Tampilkan postingan dengan label About IT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label About IT. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Januari 2012

Adopsi Komputasi Awan Baru 10 Persen


Layanan komputasi awan belum sampai pada konsumer karena masih percaya dengan storage.


Layanan komputasi awan belum sampai pada konsumer karena masih percaya dengan storage. (ascendtraining.com)

VIVAnews - Pertumbuhan pasar komputasi awan di Indonesia saat ini masih belum begitu tinggi. Menurut catatan International Data Corporation (IDC), adopsi komputasi awan di Indonesia masih sebatas di lini perusahaan.

Saat ini, menurut Fajar Hidayat, Market Analyst IDC, adopsi komputasi awan di Indonesia masih sekitar 10 persen. Meski masih kecil, sepanjang tahun 2011, IDC menemukan lebih dari 50 persen perusahaan end user di Indonesia secara aktif mencari dan merencanakan untuk mengadopsi layanan komputasi public antara 12 sampai 24 bulan ke depan.

Fajar menambahkan bahawa layanan komputasi awan belum sampai kepada konsumer karena saat ini konsumer masih percaya layanan secara manual, yakni media penyimpanan biasa. “Bahkan banyak perusahaan saat ini juga masih mempertahankan pengolahan layanan konvensional,” kata Fajar, usai  diskusi IDC Indonesia ICT 2012 Prediction di Jakarta, 18 Januari 2012.

Pada 2012 ini, IDC mengantisipasi upaya kumulatif dari vendor global dan lokal yang akan lebih tertarik pada teknologi yang berkembang pesat tersebut. IDC mengharapkan sebuah pergeseran pemikiran perusahaan end user di tahun ini, yakni perusahaan akan memulai pemahaman yang baik terhadap proposisi nilai dan teknik komputasi awan.

Saat ini adopsi layanan komputasi awan telah berkembang dari kesadaran  akan nilai manfaat pemakaian menuju pada pemahaman atas kebutuhan layanan cloud computing tersebut.

Kunci Sukses Atasi Masalah Big Data


Virtualized shared infrastructure akan terus jadi fondasi untuk efisiensi TI lebih jauh.


Virtualized shared infrastructure akan terus jadi fondasi untuk efisiensi TI lebih jauh. (portcityds.com)

Fenomena Big Data mulai mendominasi wacana TI, khususnya terkait untuk menekan biaya teknologi dan meningkatkan performa TI. Solusi yang ada, yakni virtualisasi dan komputasi awan diharapkan dapat mengendalikan biaya pengeluaran TI, meningkatkan efisiensi dan secara efektif menggali intelijen bisnis.

Menurut Steven Law, Country Manager NetApp untuk Indonesia dan Filipina, ada tiga prioritas yang menjadi kunci bagi TI di tahun 2012 yang akan membantu perusahaan mengendalikan data mereka dan mendorong inovasi bisnis.

Saat ini, Steven mengatakan, banyak Chief Information Officer di sejumlah perusahaan sedang mempertimbangkan virtualisasi untuk mendapatkan skalabilitas yang elastis untuk operasional mereka.

“Di tahun-tahun depan, virtualized shared infrastructure akan terus menjadi fondasi penting untuk efisiensi TI yang lebih jauh, seperti cloud computing dan lingkungan virtual desktop,” kata Steven, 18 Januari 2011.

Di tahun 2012 ini, perusahaan mulai lebih memperhatikan proyek-proyek virtualisasi mereka, dan memperluas upaya virtualisasi mereka di luar server. Para CIO mulai menyadari bahwa virtualisasi storage diperlukan untuk mendapatkan manfaat sepenuhnya dari shared infrastructure.

Iklim ekonomi yang tidak pasti telah memaksa perusahaan untuk melihat kembali infrastruktur mereka. Konsolidasi dan konvergensi akan terus meningkat di tahun-tahun ke depan. Untuk memaksimalkan anggaran TI yang terbatas, para CIO akan lebih fokus untuk meningkatkan kemampuan storage dan efisiensi TI secara keseluruhan, serta menghemat waktu dan sumber daya yang terpakai.

Menurut Steven, deduplikasi juga dapat mengurangi data dengan rata-rata sebesar 45%. Ke depan, thin provisioning, cloning, dan kompresi data akan memerankan peranan penting di banyak lingkungan storage, seiring dengan meningkatnya tuntutan akan fleksibilitas TI di tahun depan.

“Tantangan yang dihadapi CIO ke depan adalah untuk memahami data terstruktur dan data tak terstruktur yang ada di organisasi mereka,” ucap Steven.

Kebutuhan Big Data, lanjutnya, setidaknya memperhatikan analisa konten, performa tinggi untuk melakukan analisa yang kompleks pada kecepatan tinggi, dan lonjakan pertumbuhan data, pemberkasan konten untuk mendukung data berukuran petabyte, miliaran file dan obyek, sekaligus menghilangkan batasan storage fisik.

Permulaan dari fenomena Big Data akan memberikan dorongan kepada perusahaan untuk memeriksa sumber daya digital mereka lebih seksama, dan membangun fondasi untuk solusi pengelolaan data secara tepat yang dapat bertumbuh seiring dengan organisasi mereka.

Rabu, 11 Mei 2011

Bagaimana cara install Joomla.

Cara Menginstal Joomla.

1. Anda install paket apache Friends yaitu XAMPP yang di dapat di click here download
untuk paket windows, untuk pake Linux click here to download
download 

2. Kemudian apa bila anda sudah menginstall XAMPP,anda nyalahkan semua service nya baik
itu apache ftpzila,mysql .(untuk menginstall nya ikuti step-step nya)

3. Kemudian anda download file paket Joomla nya disini
download

4. Setelah anda mendownload paket Joomla nya ada extract file paket nya tersebut ke suatu
folder,cth : Joomla, kemudian folder Joomla tersebut anda copy kan (untuk windows) ke
c:/program files/xampp/htdocs/
Untuk Linux anda buat folder baru cth: Joomla kemudian extract pekt joomla anda di
/var/www/Joomla (folder yang anda buat tadi),kemudian rubah file kepemilikan nya dengan cara :
root@linuxku:/home/aini# cd /var/www/
root@linuxku:/var/www# find /var/www/Joomla/ -type
d -exec chmod 755 {} \;
root@:/var/www# find /var/www/Joomla/ -type
f -exec chmod 644 {} \;
root@linuxku:/var/www# chown -R www-data:wwwdata
Joomla/

5. Kemudian anda buka browser anda baik itu mozilla atau IE,ketik
http://localhost:80/Joomla(sesuai folder yang anda buat tadi).Jangan lupa service apache
dan mysql nya di jalankan.








6. Maka akan tampil :
Tekan Tombol Next, maka tampil License dari Joomla:

Klik Tombol Next Lagi, maka akan tampil :

isi Hostname : localhost
isi My Sql User Name : root
password kosongkan
isi My SQL Database Name terserah anda mau buat apa, Kemudian klik tombol Next.
maka akan tampil sebagai berikut :







isikan nama situs yang ingin anda buat cth :situsku, kemudian klik tombol Next, maka akan tampil sebagai berikut :







isikan alamat email anda,dan ganti lah password nya,yang lain biarkan dalam keadaan default.
Kemudian klik tombol Next Kembali, maka akan tampil sebagai berikut :







Tanda ini berarti mengisyaratkan bahwa Joomla anda telah selesai di install,kemudian pada folder c:/program files/XAMPP/Htdocs/Joomla (folder yang anda buat) hapus, folder installation, kemudian anda buka lagi browser nya maka jalankan atau ketik http://localhost:80/Joomla, jika anda ingin meng customize situs anda maka anda tinggal pilih administrator :masukan user name :admin dan password yang telah anda isi tadi pada saat instalasi Joomla. Dan Jika anda ingin meng upload Joomla anda ke internet anda dapat menggunakan fantatisco atau ftp apa saja tergantung tempat hosting anda menyediakan nya apa. Jika anda ingin membuat situs gratis joomla anda dapat mengunjungi www.freehostia.com, utuk panduan installasi di freehostia dilain waktu aja ya,capek mau pulang dulu. 
Selamat mencoba dan berkarya.



Senin, 18 Oktober 2010

Pengantar Jaringan Komputer

1. Sejarah Jaringan
Konsep jaringan komputer lahir pada tahun 1940-an di Amerika dari sebuah proyek pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group riset Harvard University yang dipimpin profesor H. Aiken. Pada mulanya proyek tersebut hanyalah ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama. Untuk mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer dengan dengan kaidah antrian.
Ditahun 1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super komputer, maka sebuah komputer mesti melayani beberapa terminal. (Lihat Gambar 1.) Untuk itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System), maka untuk pertama kali bentuk jaringan (network) komputer diaplikasikan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah host komputer. Dalam proses TSS mulai nampak perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri.




Gambar 1. Jaringan komputer model TSS.

Memasuki tahun 1970-an, setelah beban pekerjaan bertambah banyak dan harga perangkat komputer besar mulai terasa sangat mahal, maka mulailah digunakan konsep proses distribusi (Distributed Processing). Seperti pada Gambar 2., dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri disetiap host komputer. Dala proses distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat.

Gambar 2. Jaringan komputer model distributed processing.

Selanjutnya ketika harga-harga komputer kecil sudah mulai menurun dan konsep proses distribusi sudah matang, maka penggunaan komputer dan jaringannya sudah mulai beragam dari mulai menangani proses bersama maupun komunikasi antar komputer (Peer to Peer System) saja tanpa melalui komputer pusat. Untuk itu mulailah berkembang teknologi jaringan lokal yang dikenal dengan sebutan LAN. Demikian pula ketika Internet mulai diperkenalkan, maka sebagian besar LAN yang berdiri sendiri mulai berhubungan dan terbentuklah jaringan raksasa WAN.

2. Apa itu Jaringan Komputer
JARINGAN komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama-sama menggunakan hardware/software yang terhubung dengan jaringan. Setiap komputer, printer atau periferal yang terhubung dengan jaringan disebut node. Sebuah jaringan komputer dapat memiliki dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node.

3. Manfaat Jaringan Komputer
  • Resource Sharing, dapat menggunakan sumberdaya yang ada secara bersamasama. Misal seorang pengguna yang berada 100 km jauhnya dari suatu data, tidak mendapatkan kesulitan dalam menggunakan data tersebut, seolah-olah data tersebut berada didekatnya. Hal ini sering diartikan bahwa jaringan komputer mangatasi masalah jarak.
  • Reliabilitas tinggi, dengan jaringan komputer kita akan mendapatkan reliabilitas yang tinggi dengan memiliki sumber-sumber alternatif persediaan. Misalnya, semua file dapat disimpan atau dicopy ke dua, tiga atu lebih komputer yang terkoneksi kejaringan. Sehingga bila salah satu mesin rusak, maka salinan di mesin yang lain bisa digunakan.
  • Menghemat uang. Komputer berukutan kecil mempunyai rasio harga/kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan komputer yang besar. Komputer besar seperti mainframe memiliki kecapatan kira-kira sepuluh kali lipat kecepatan komputer kecil/pribadi. Akan tetap, harga mainframe seribu kali lebih mahal dari komputer pribadi. Ketidakseimbangan rasio harga/kinerja dan kecepatan inilah membuat para perancang sistem untuk membangun sistem yang terdiri dari komputerkomputer pribadi.
4. Jenis-Jenis Jaringan Komputer
Secara umum jaringan komputer dibagi atas lima jenis, yaitu
1.    Local Area Network (LAN) 
Local Area Network (LAN), merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor suatu perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama sumberdaya (resouce, misalnya printer) dan saling bertukar informasi.
2.    Metropolitan Area Network (MAN) 
Metropolitan Area Network (MAN), pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang letaknya berdekatan atau juga sebuah kota dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN mampu menunjang data dan suara, bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel.
3.    Wide Area Network (WAN) 
Wide Area Network (WAN), jangkauannya mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara bahkan benua. WAN terdiri dari kumpulan mesinmesin yang bertujuan untuk menjalankan program-program (aplikasi) pemakai.
4.    Internet 
Sebenarnya terdapat banyak jaringan didunia ini, seringkali menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang berbeda-beda . Orang yang terhubung ke jaringan sering berharap untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain yang terhubung ke jaringan lainnya. Keinginan seperti ini memerlukan hubungan antar jaringan yang seringkali tidak kampatibel dan berbeda. Biasanya untuk melakukan hal ini diperlukan sebuah mesin yang disebut gateway guna melakukan hubungan dan melaksanakan terjemahan yang diperlukan, baik perangkat keras maupun perangkat lunaknya. Kumpulan jaringan yang terinterkoneksi inilah yang disebut dengan internet.
5.    Jaringan Tanpa Kabel (wireless)
Jaringan tanpa kabel merupakan suatu solusi terhadap komukasi yang tidak bisa dilakukan dengan jaringan yang menggunakan kabel. Misalnya orang yang ingin mendapat informasi atau melakukan komunikasi walaupun sedang berada diatas mobil atau pesawat terbang, maka mutlak jaringan tanpa kabel diperlukan karena koneksi kabel tidaklah mungkin dibuat di dalam mobil atau pesawat. Saat ini jaringan tanpa kabel sudah marak digunakan dengan memanfaatkan jasa satelit dan mampu memberikan kecepatan akses yang lebih cepat dibandingkan dengan jaringan yang menggunakan kabel.

5. Topologi Fisik Jaringan
Topologi adalah suatu cara menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya sehingga membentuk jaringan. Cara yang saat ini banyak digunakan adalah bus, token-ring, star dan peer-to-peer network. Masing-masing topologi ini mempunyai ciri khas, dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri.

1.   Bus

Keuntungan
  • Hemat kabel
  • Layout kabel sederhana
  • Mudah dikembangkan
Kekurangan
  • Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
  • Kepadatan lalu lintas
  • Bila salah satu client rusak, maka jaringan tidak bisa berfungsi.
  • Diperlukan repeater untuk jarak jauh


2. Ring

Metode token-ring (sering disebut ring saja) adalah cara menghubungkan komputer sehingga berbentuk ring (lingkaran). Setiap simpul mempunyai tingkatan yang sama. Jaringan akan disebut sebagai loop, data dikirimkan kesetiap simpul dan setiap informasi yang diterima simpul diperiksa alamatnya apakah data itu untuknya atau bukan

Keuntungan
  • Hemat Kabel
Kerugian
  • Peka kesalahan
  • Pengembangan jaringan lebih kaku
3. Star

Kontrol terpusat, semua link harus melewati pusat yang menyalurkan data tersebut kesemua simpul atau client yang dipilihnya. Simpul pusat dinamakan stasium primer atau server dan lainnya dinamakan stasiun sekunder atau client server. Setelah hubungan jaringan dimulai oleh server maka setiap client server sewaktu-waktu dapat menggunakan hubungan jaringan tersebut tanpa menunggu perintah dari server.
Keuntungan
  • Paling fleksibel
  • Pemasangan/perubahan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan lain
  • Kontrol terpusat
  • Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan
  • Kemudahaan pengelolaan jaringan
Kerugian
  • Boros kabel
  • Perlu penanganan khusus
  • Kontrol terpusat (HUB) jadi elemen kritis


6. Arsitektur Jaringan
A. Peer-to-Peer
Sistem operasi jaringan model peer to peer memungkinkan seorang user membagi sumber dayanya yang ada di komputernya baik itu file data, printer dan lain-lain dan mengakses sumber daya yang terdapat pada komputer lain. Namun model ini tidak mempunyai sebuah file server atau sumber daya yang terpusat. dalam model jaringan peer to peer ini , seluruh komputer adalah sama, mereka mempunyai kemampuan yang sama untuk memakai sumber daya yang tersedia di jaringan, model inni di desain untuk jaringan berskala kecil dan menengah.. AppleShare dan Windows for Workgroups adalah salah satu contoh dari sistem operasi jaringan model peer to peer

Gambar Arsitektur Jaringan Peer-to-Peer
Keuntungan Model jaringan Peer to Peer :
  • Tidak terlalu mahal, karena tidak membutuhkan dedicated server
  • mudah dalam instalasi programnya, hanya tinggal mengatur untuk operasi model peer to peer
Kekurangan Model jaringan Peer to Peer :
  • Tidak terpusat, terutama untuk penyimpanan data dan aplikasi
  • Tidak aman, karena tidak menyediakan fasilitas untuk itu.
B. Client Server
Sistem operasi jaringan Client Server memungkinkan jaringan untuk untuk mensentarlisai fungsi dan aplikasi kepad satu atau dua dedicated file server. Sebuah File server menjadi jantung dari keseluruhan sistem, memungkinkan untuk mengakses sumber daya, dan menyediakan keamanan. Workstation yang berdiri sendiri dapat mengambil sumber daya yang ada pada file server. Sistem operasi jaringan ini, menyediakan mekaninsme untuk mengintegarsikan seluruh komponen yang ada di jaringan dan memungkinkan banyak pengguna secara bersama-sama memakai sumberdaya pada file server. Linux, Novel Netware, dan Windows NT adalah salah satu contoh model sistem operasi jaringan Client-server

Open System, Standard, dan Protocol

1. Model referensi OSI
Untuk menyelenggarakan komunikasi berbagai macam vendor komputer diperlukan sebuah aturan baku yang standar dan disetejui berbagai fihak. Seperti halnya dua orang yang berlainan bangsa, maka untuk berkomunikasi memerlukan penerjemah/interpreter atau satu bahasa yang dimengerti kedua belah fihak. Dalam dunia komputer dan telekomunikasi interpreter identik dengan protokol. Untuk itu maka badan dunia yang menangani masalah standarisasi ISO (International Standardization Organization) membuat aturan baku yang dikenal dengan nama model referensi OSI (Open System Interconnection). Dengan demikian diharapkan semua vendor perangkat telekomunikasi haruslah berpedoman dengan model referensi ini dalam mengembangkan protokolnya. Berikut deskripsi Model referensi OSI:
  • Sebuah Model Layer
  • Setiap layer melakukan sekumpulan fungsi tertentu untuk mensukseskan komunikasi data
  • Setiap layer bergantung pada layer yang ada di bawahnya untuk melakukan fungsinya
  • Setiap layer akan mendukung operasi lapisan yang berada di atasnya
  • Implementasi pada setiap lapis seharusnya tidak bergantung pada lapisan lainnya
ISO (International Standard Organization) mengajukan struktur dan fungsi protocol komunikasi data. Model tersebut dikenal sebagai OSI (Open System Interconnected) Reference Model.
Terdiri atas 7 layer (lapisan) yang mendefinisikan fungsi. Untuk tiap layernya dapat terdiri atas sejumlah protocol yang berbeda, masing-masing menyediakan pelayanan yang sesuai dengan fungsi layer tersebut.
1.    Application Layer: interface antara aplikasi yang dihadapi user and resource jaringan yang diakses. 
      Menyediakan media agar aplikasi dapat meng-akses lingkungan OSI
2.    Presentation Layer: rutin standard me-presentasi-kan data.
Melakukan format data coding, melakukan kompresi data, dan enkripsi data.
3.    Session Layer: hubungan antar aplikasi yang berkomunikasi
     Mengatur dialog antar aplikasi yang berkomunikasi, memulai dan memutuskan dialog antar entity, menentukan disiplin dialog (half duplex atau full duplex), check point terakhir untuk recovery-data.

4.    Transport Layer: menjamin penerima mendapatkan data seperti yang dikirimkan.
     Menjamin pertukaran data antar dua sistem, menjamin bahwa lapisan yang lebih tinggi menerima data yang bebas error (no error), tidak ada bagian data yang hilang (no losses), tidak ada duplikasi, dan dalam urutan yang benar (in sequence), dan QoS (Quality of Service)

5.    Network Layer: hubungan lintas jaringan dan mengisolasi layer yang lebih tinggi. Pengalamatan dan pengiriman data. 

       Transfer dari informasi, penetapan jalur transmisi data, tentu saja koneksi langsung antar entity tidak memerlukan lapisan network, lapisan yang lebih tinggi tidak perlu mengetahui teknologi yang digunakan untuk transmisi data.

6.    Data-link Layer: pengiriman data melintasi jaringan fisik.
     Aktivasi dan mempertahankan link, menyediakan fasilitas untuk deteksi dan perbaikannya, menjamin bahwa data yang diterima lapisan yang lebih tinggi sudah bebas dari kesalahan

7.    Physical Layer: karakteristik perangkat keras yang mentransmisikan sinyal data.
     Physical interface langsung antar peralatan fisis serta pengaturan bit-bit data menyangkut karakteristik mekanis (kabel dan plug), elektrik (pulsa, tegangan listrik bit-bit), fungsional (fungsi antarmuka peralatan dengan media), dan prosedural (rangkaian prosedur perpindahan bit-bit dalam medium)



Lingkungan OSI
 


Setiap layer menyediakan layanan bagi layer yang ada di atasnya, dan membutuhkan layanan dari layer di bawahnyai
Model referensi OSI terdiri dari 7 lapisan, mulai dari lapisan fisik sampai dengan aplikasi. Model referensi ini tidak hanya berguna untuk produk-produk LAN saja, tetapi dalam membangung jaringan Internet sekalipun sangat diperlukan. Hubungan antara model referensi OSI dengan protokol Internet bisa dilihat pada uraian berikut dan dalam Tabel 1.

2. Protocol TCP/IP
Arsitektur protocol TCP/IP (internet)
  •  Application Layer: Menyediakan komunikasi diantara proses atau aplikasi-aplikasi pada host yang berbeda: telnet, ftp, http, dll.
  • Transport Layer: Menyediakan layanan transfer data ujung-ke-ujung
    • TCP (Transmission Control Protocol) = mengirim data dengan deteksi dan koreksi kesalahan. Selalu memeriksa keterhubungan
    • UDP (User Datagram Protocol) = mengirim data tanpa koneksi. Melemparkan data ke network begitu saja
  • Network Layer atau internet: Berkaitan dengan routing data dari sumber ke tujuan
    Internet Protocol (IP). Pelayanan pengiriman paket elementer. Definisikan datagram (jika alamat tujuan tidak dalam jaringan lokal, diberi gateway = device yang menswitch paket antara jaringan fisik yang beda; memutuskan gateway yang digunakan).
  • Data-Link Layer: Berkaitan dengan logical-interface diantara satu ujung sistem dan jaringan dan melakukan fragmentasi atau defragmentasi datagram
  • Data-link Layer: Menentukan karakteristik media transmisi, rata-rata pensinyalan, serta skema pengkodean sinyal dan sarana sistem mengirimkan data ke device yang terhubung ke network.
Tiga layer terakhir mendefinisikan cara menggunakan network untuk mentransmisi datagram. Encapsulasi datagram ke dalam frame, Konversi IP address ke alamat jaringan fisik.
Tiap layer menambahkan header pada data yang diterima oleh level di atasnya, sebaliknya menghilangkan header untuk diberikan ke layer di atasnya.
Protocol Data Unit (PDU) TCP/IP

3. OSI Versus TCP/IP


OSI versus TCP/IP
Table 1. Hubungan referensi model OSI dengan protokol Internet.
Model OSI
TCP/IP
Protokol TCP/IP

No
Lapisan

Nama Protokol
Kegunaan
7
Aplikasi
Aplikasi
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)
Protokol untuk distribusi IP pada jaringan dengan jumlah IP yang terbatas
DNS (Domain Name Server)
Data base nama domain mesin dan nomer IP
FTP (File Transfer Protocol)
Protokol untuk transfer file
HTTP (HyperText Transfer Protocol)
Protokol untuk transfer file HTML dan Web
MIME (Multipurpose Internet Mail Extention)
Protokol untuk mengirim file binary dalam bentuk teks
NNTP (Networ News Transfer Protocol)
Protokol untuk menerima dan mengirim newsgroup
POP (Post Office Protocol)
Protokol untuk mengambil mail dari server
SMB (Server Message Block)
Protokol untuk transfer berbagai server file DOS dan Windows
6
Presentasi
SMTP (Simple Mail Transfer Protocol)
Protokol untuk pertukaran mail
SNMP (Simple Network Management Protocol)
Protokol untuk manejemen jaringan
Telnet
Protokol untuk akses dari jarak jauh
TFTP (Trivial FTP)
Protokol untuk transfer file
5
Session
NETBIOS (Network Basic Input Output System)
BIOS jaringan standar
RPC (Remote Procedure Call)
Prosedur pemanggilan jarak jauh
SOCKET
Input Output untuk network jenis BSD-UNIX
4
Transport
Transport
TCP (Transmission Control Protocol)
Protokol pertukaran data beroriantasi (connection oriented)
UDP (User Datagram Protocol)
Protokol pertukaran data non-oriantasi (connectionless)
3
Network
Internet
IP (Internet Protocol)
Protokol untuk menetapkan routing
RIP (Routing Information Protocol)
Protokol untuk memilih routing
ARP (Address Resolution Protocol)
Protokol untuk mendapatkan informasi hardware dari nomer IP
RARP (Reverse ARP)
Protokol untuk mendapatkan informasi nomer IP dari hardware
2
Datalink
LLC
Network Interface
PPP (Point to Point Protocol)
Protokol untuk point ke point
SLIP (Serial Line Internet Protocol)
Protokol dengan menggunakan sambungan serial
MAC
Ethernet, FDDI, ISDN, ATM
1
Fisik

Standarisasi masalah jaringan tidak hanya dilakukan oleh ISO saja, tetapi juga diselenggarakan oleh badan dunia lainnya seperti ITU (International Telecommunication Union), ANSI (American National Standard Institute), NCITS (National Committee for Information Technology Standardization), bahkan juga oleh lembaga asosiasi profesi IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) dan ATM-Forum di Amerika. Pada prakteknya bahkan vendor-vendor produk LAN bahkan memakai standar yang dihasilkan IEEE. Kita bisa lihat misalnya badan pekerja yang dibentuk oleh IEEE yang banyak membuat standarisasi peralatan telekomunikasi seperti yang tertera pada Tabel 2.
Tabel 2. Badan pekerja di IEEE
Working Group
Bentuk Kegiatan
IEEE802.1
Standarisasi interface lapisan atas HILI (High Level Interface) dan Data Link termasuk MAC (Medium Access Control) dan LLC (Logical Link Control).
IEEE802.2
Standarisasi lapisan LLC.
IEEE802.3
Standarisasi lapisan MAC untuk CSMA/CD (10Base5, 10Base2, 10BaseT, dll.)
IEEE802.4
Standarisasi lapisan MAC untuk Token Bus.
IEEE802.5
Standarisasi lapisan MAC untuk Token Ring.
IEEE802.6
Standarisasi lapisan MAC untuk MAN-DQDB (Metropolitan Area Network-Distributed Queue Dual Bus.)
IEEE802.7
Grup pendukung BTAG (Broadband Technical Advisory Group) pada LAN.
IEEE802.8
Grup pendukung FOTAG (Fiber Optic Technical Advisory Group.)
IEEE802.9
Standarisasi ISDN (Integrated Services Digital Network) dan IS (Integrated Services ) LAN.
IEEE802.10
Standarisasi masalah pengamanan jaringan (LAN Security.)
IEEE802.11
Standarisasi masalah wireless LAN dan CSMA/CD bersama IEEE802.3.
IEEE802.12
Standarisasi masalah 100VG-AnyLAN
IEEE802.14
Standarisasi masalah protocol CATV

Yang TOP